Cara Menggunakan Macrodroid Untuk Cheat Game Online

Cara Menggunakan Macrodroid Untuk Cheat Game Online

Macrodroid merupakan aplikasi Android yang akan membantu dalam menjalankan berbagai fitur atau fungsi yang sebelumnya kamu jalankan secara manual menjadi otomatis.

MacroDroid - Device Automation
MacroDroid - Device Automation
Developer: ArloSoft
Price: Free+
  • MacroDroid - Device Automation Screenshot
  • MacroDroid - Device Automation Screenshot
  • MacroDroid - Device Automation Screenshot
  • MacroDroid - Device Automation Screenshot
  • MacroDroid - Device Automation Screenshot

Aplikasi Macrodroid ini yang berfungsi untuk membuat beberapa fungsi dengan sekaligus dijalankan secara otomatis yang berdasarkan pemicu atau aturan yang telah diberikannya, dengan demikian berbagai fitur atau fungsi yang sebelumnya dijalankan secara manual bisa diproses dan juga dijalankan secara otomatis. Pastinya kata otomatisasi ini belum begitu familiar untuk sebagian besar orang, jika sudah mendengar arti yang sebagian orang akan berpikir kalau aplikasi otomatisasi ini merupakan aplikasi yang rumit untuk digunakan.

Dengan adanya Macrodroid ini yang akan membuat fungsi otomatisasi yang lebih friendly dan sangat nyaman untuk kamu gunakan salah satu pemanfaatan otomatisasi ini yaitu bagaimana cara mematikan Wi-Fi hp secara otomatis pada saat keluar rumah, jika kamu akan keluar rumah dan melakukan berbagai aktivitas pastinya kamu ingin menghemat baterai kamu akan mematikan Wi-Fi pada hp tersebut itu juga kalau ingat dan jika kamu lupa biasanya nanti kalau kamu sudah selesai beraktifitas dan sampai di tempat tujuan baru ingat untuk mematikannya, dengan menggunakan aplikasi Macrodroid yang secara otomatis mematikan Wi-Fi.

Dengan adanya sebuah aplikasi Macrodroid ini sangat membantu kamu bukan, dimana aplikasi ini membantu beberapa fungsi yang cukup kompleks dan mudah untuk dimengerti oleh para pengguna terutama untuk hp Android sehingga menjadi lebih produktif daripada sebelumnya.

User Interface

Cara Menggunakan Macrodroid Untuk Cheat Game Online

Pada halam utama terdapat toggle/switch berfungsi untuk mengaktifkan dan menonaktifkan Macrodroid serta terdapat enam menu utama dan beberapa menu di sidebar.
Menu Utama Macrodroid adalah:

  • Macros: Tempat dimana macro yang kamu buat berada.
  • Add Macros: Tombol untuk membuat macro baru.
  • Templates: Tempat yang bisa menemukan macro-macro yang telah dibuat oleh orang lain.
  • Settings: Berisi menu pengaturan aplikasi Macrodroid.
  • Forum: Menu pintasan ke forum resmi aplikasi Macrodroid.
  • Export/Import: Menu untuk menyimpan dan memuat ulang macro yang telah kamu buat.
Baca Juga :  Cara Menambahkan RAM Android Dengan SD Card

Menu di Sidebar:

  • Variables: Sekumpulan data yang bisa menyimpan value/nilai.
  • Cell Towers: Berisi nama-nama dari group tower seluler yang sudah dikelompokkan.
  • Geofences: Berisi nama lokasi atau zona geografis yang kamu buat.
  • Stopwatches: Berisi nilai-nilai dari stopwatch yang dibuat dari action.
  • Macrodroid Drawer: Menu untuk memunculkan drawer di sisi/tepian layar.
  • System Log: Catatan aktivitas dari proses yang dijalankan oleh macrodroid.

Fitur dan Fungsi

Di dalam aplikasi Macrodroid ini terdapat macro dan macro sendiri adalah set perintah. Macro terdiri dari tiga komponen utama yaitu trigger, beberapa actions dan beberapa constraints.

  • Trigger (pemicu) merupakan salah satu hal/kondisi atau kejadian spesifik yang terjadi terhadap perangkat, seperti SMS masuk, Wi-Fi terputus, aplikasi yang dijalankan, headset dicolok atau dicabut, perangkat dibalik serta sebagainya.
  • Actions (aksi/tindakan) merupakan aksi/tindakan yang dijalankan oleh perangkat jika kondisi terhadap togger telah terpenuhi, seperti menjalankan aplikasi, mengirim SMS, mengubah ringtone, menyalakan Wi-Fi serta sebagainya.
  • Constraints (syarat/batasan) merupakan syarat/batasan yang harus dipenuhi agar action tersebut bisa dijalankan, seperti lokasi tertentu, hari-hari tertentu, level baterai tertentu serta sebagainya.

Sehingga hubungan antara trigger, action dan juga constraints seperti ini: triggers yaitu aba-aba kapan macro yang akan dijalankan. Semua actions ini akan dijalankan jika triggers terjadi namun jika kondisi constraints mengijinkan atau terpenuhi. Constraints ini bisa dibuat tunggal (satu constraints untuk semua actions) serta bisa per-actions.

Membuat Macro

Untuk membuat macro pertama kali kamu harus menentukan trigger-nya terlebih dahulu, selanjutnya kamu pilih actions atau hal yang akan dijalankan pada saat trigger terjadi. kemudian kamu tentukan apakah perlu ada constraint atau tidak. Dimulai dari yang sederhana yaitu menjalankan sebuah aplikasi Spotify/ aplikasi musik yang lainnya secara otomatis pada saat hp dicolok. Macro-nya seperti ini:

  • Triggers (T): Headphones Insert/Remove > Headphones Inserted > Any
  • Actions (A): Launch Application > Spotify > force new
    contrints (C):
  • [Name: Spotify atau Category: Device Configuration]
Baca Juga :  12 Aplikasi Baca Manga Android Bahasa Indonesia Terbaik, Super Lengkap!

Cara baca: Spotify akan dijalankan (Force new: akan dijalankan baru walaupun terdapat di recent apps) pada saat hp (Any; memiliki mic/tidak) dicolok ke perangkat. Contoh macro Spotify yang terdapat di atas yang lengkap meskipun tanpa menggunakan constraints yang bersifat opsional, boleh ada dan boleh tidak. Jika misalnya kamu ingin macro diatas hanya aktif pada saat terhubung ke jaringan Wi-Fi saja maka macro-nya seperti ini:

  • Triggers (T): Headphones Insert/Remove > Headphones Inserted > Any
  • Actions (A): Launch Application > Spotify > Force New
  • Constraints (C): Wi-Fi State > Wi-Fi is connected to > [nama jaringan Wi-Fi]

Cara baca: Spotify akan dijalankan pada saat terdapat hp yang dicolok, tetapi hanya perangkat terhubung ke jaringan Wi-Fi. Constraints pada macro yang terdapat diatas Spotify ini berguna sebagai syarat/batasan artinya actions tidak akan dijalankan jika perangkat tidak terhubung ke jaringan Wi-Fi diinginkan baru trigger serta actions yang akan dijalankan. Kamu bisa membantu beberapa actions dengan sekaligus begitu juga constraints-nya. dan juga bisa membuat beberapa trigger sekaligus asalkan tidak ada yang saling bertentangan.

Mencari ide macro

Pada umumnya sumber ide utama untuk membuat macro yaitu berdasarkan penggunaan hp kamu sehari-hari. Kamu bisa memanfaatkan menu Template di MacroDroid untuk melihat template macro yang telah dibuat oleh orang lain, kamu tinggal pilih salah satu template yang sangat cocok atau mendekati dengan kebutuhan kamu kemudian ubah agar sesuai.

Settings di MacroDroid

Sebenarnya dengan membuat sebuah macro sudah cukup, MacroDroid-nya telah ready to work, namun terdapat beberapa pengaturan pada menu Settings mungkin perlu kamu perhatikan serta ubah sedikit agar kinerja MacroDroid yang lebih bagus. Beberapa diantaranya yaitu:

Ignore battery optimisations: Fitur battery optimization mulai diperkenalkan pada Android 6.0 berguna untuk menghemat baterai dengan cara mengurangi aktivitas aplikasi. Fitur ini cukup membantu tapi MacroDroid aplikasi ini sangat mengandalkan background process sehingga lebih baik tidak memasukkan MacroDroid ke daftar optimized agar performa lebih baik.

Baca Juga :  10 Aplikasi Terbaru Yang Lagi Trend di Android

Enable root Features: Aktifkan fitur ini jika perangkat kamu sudah di-root, dengan ini akan membantu beberapa trigger/actions khusus root yang tersedia untuk perangkat kamu.

Language to Speak: Jika kamu membuat macro yang akan menyertakan fitur Speak Teaks, ubah bahasa di menu yang satu ini.

Trigger Options: Menu Trigger Options yang dapat memuat semua pengaturan yang berkaitan dengan trigger, kamu tidak perlu untuk mengubah pengaturan yang ada, cukup pengaturan untuk trigger yang kamu gunakan.

Penggunaan RAM dan Baterai

MacroDroid aplikasi ini biasanya harus aktif terus-menerus serta kebanyakan bekerja di latar belakang yang akan menguras RAM serta baterai, namun sebaliknya aplikasi ini tidak akan menguras RAM dan baterai tidak terdapat perubahan signifikan terhadap penggunaan baterai bahkan fitur battery optimization dinonaktifkan.

Penggunaan RAM normal hanya berkisar 110MB – 105MB saja tentunya penggunaan RAM serta baterai yang bervariasi tergantung dengan jumlah macro serta trigger/actions yang aktif (catatan: macro yang aktif ada sekitar 13 macro. 3 diantaranya yang berbasis lokasi (GPS), dan 1 berbasis sensor (proximity)).

Simpan atau backup macro yang kamu buat
Setelah kamu membuat berbagai macam macro, jangan lupa untuk menyimpannya, terdapat dua pilihan utama untuk menyimpan (Export) yaitu penyimpanan local serta Android share.

Itulah beberapa fitur yang terdapat pada aplikasi MacroDroid yang terbilang terbatas, dengan beberapa fitur tersebut bisa kamu gunakan untuk membantu dalam menjalankan fitur yang sebelumnya kamu jalankan secara manual dan diproses sekarang menjadi otomatis. Dengan antarmuka yang simple serta langkah-langkah yang telah kami berikan untuk kamu dapat dilakukan dengan mudah untuk membuat sebuah macro.